JENIS

kitab-kuning

JENIS

Oleh: Ach Dhofir Zuhry

Seiring perkembangan zaman, serta tuntutan masyarakat atas kebutuhan pendidikan umum, kini banyak Pesantren yang menyediakan lembaga pendidikan formal di mana kurikulum pendidikannya mengacu pada pemerintah. Berikut adalah beberapa jenis Pesantren di Indonesia:

Pesantren Salaf. Pesantren yang hanya mengajarkan ilmu agama Islam saja umumnya disebut  Pondok Salaf atau Pesantren Tradisional. Pola tradisional yang diterapkan dalam Pesantren salaf adalah para santri tidak hanya dibekali dengan ilmu-ilmu keislaman dan keagamaan, tetapi juga dibekali keterampilan hidup, misalnya dengan mencangkul sawah, mengurusi empang (kolam ikan), menjahit, ternak, industri tempe, kerajinan, kaligrafi, dll yang semua itu adalah milik Kiai atau Pesantren. Sebagian besar Pesantren salaf menyediakan asrama sebagai tempat tinggal para santrinya dengan membebankan biaya yang rendah atau bahkan tanpa biaya sama sekali.

Para santri, pada umumnya menghabiskan hingga 20 jam penuh dengan kegiatan, dimulai dari di waktu pagi, mengajii Al-Qur’an dan atau tafsir pada Kiai, mengikuti kelas madrasah diniyah dari para ustadz/ustadzah, istighatsah, wirid, membaca hizib-hizib, shalawatan, musyawarah dan bahtsul masa-il terhadap isu-isu aktual dan kontemporer, hingga mereka tidur kembali tengah malam.

Pesantren Modern. Ada pula Pesantren yang mengajarkan pendidikan umum, di mana persentase ajarannya lebih diprioritaskan pada ilmu-ilmu agama dari pada ilmu non keagamaan (formal). Ini sering disebut dengan istilah Pesantren modern, dan umumnya tetap menekankan nilai-nilai dari kesederhanaan, keikhlasan, kemandirian, dan pengendalian diri. Pada Pesantren dengan materi ajar campuran antara pendidikan ilmu formal dan ilmu agama Islam, para santri belajar seperti di sekolah umum, yakni di Madrasah Ibtidaiyah (MI) setingkat SD, Madrasah Tsanawiyah (MTs) setingkat SMP dan Madrasah Aliyah (MA) setingkat SMA dan bahkan sampai Perguruan Tinggi.

Pesantren Luhur. Pesantren Luhur atau Ma’had ‘Aliyy adalah Pesantren khusus mahasiswa, tidak menerima para santri yang masih di bawah jenjang perguruan tinggi. Sebagian Pesantren luhur memang menyediakan Pergurun Tinggi untuk para santrinya, sebagian lagi, mereka hanya menampung dan mendidik para santri dari berbagai universitas di sekitar Pesantren. Biasanya Pesantren luhur terdapat di perkotaan.

Lazimnya, Pesantren luhur lebih menekankan pada kajian-kajian keagamaan secara rasional dengan pendekatan diskusi dan ­simposium (halaqah). Metode pendidikannya bukan lagi menghafal, tetapi menalar; bukan lagi bersifat indoktrinatif tetapi lebih logis dan komprehensif. Salah satu contohnya adalah Pesantren Luhur Baitul Hikmah Kepanjen-Malang, di mana fokus (takhassush) kajiannya adalah filsafat dan tasawuf (sufisme), perbandingan agama dan mazhab serta keterampilan menulis dan musik.

Pesantren luhur ini tergolong baru karena sistem pendidikan dan pengajarannya mengakomodasi antara Pesantren tradisional dan modern. Para santri datang untuk nyantri atas kesadaran mereka sendiri, tidak lagi atas inisiatif orang tua mereka. Selain diterapkan pengajaran kitab kuning (turats), sistem diskusi dan kajian ilmiah dari berbagai disiplin ilmu terus dikembangkan. Bahkan, pendidikan keterampilan juga diberikan pada santri ala Pesantren tradisional. Besarnya arti Pesantren dalam perjalanan bangsa Indonesia, khususnya era perjuangan kemerdekaan, tidak berlebihan jika Pesantren dianggap sebagai bagian historis bangsa Indonesia yang harus dipertahankan.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.