Cara Mengingat Tuhan

mengingat tuhan

Oleh: Heri Zanqy

Mengingat sesuatu yang berbentuk tidaklah sulit, seperti mengingat wanita cantik nan jelita misalnya, yang kulitnya seputih abu dan kuning langsat, berbodi seksi bak gitar gambus dari Turki. Namun pertanyaan pentingnya adalah, bagaimana membayangkan sesuatu yang tak berbentuk dan tidak bisa diindra, seperti: ilmu, akal dan waktu, hingga  bermuara pada “bagaimana cara kita mengingat Tuhan?”

Mari kita buka diksursus ini dengan pertama-tama menelaah kinerja akal budi. Akal itu memiliki daya imajinasi, yaitu kemampuan untuk membayangkan sesuatu (mengabstraksikan hal-hal yang materil). Akal juga punya daya konsepsi, yaitu kemampuan untuk  memahami (menangkap realitas non-materi). Bagaimana dengan cinta? Karena cinta adalah realitas non-materi, maka cinta tidak bisa diimajinasikan, melainkan hanya bisa dipahami. Cinta berbeda dengan imajinasi yang berasal dari kata image, yang dalam bahasa kita disebut gambar. Oleh karenanya cinta tidak bisa digambarkan namun hanya bisa dipahami dan dirasakan.

Bagaimana Dengan Mengingat Tuhan?

Disebutkan dalam sebuah hadits (ada yang mengatakan maqolah Sayyidina Ali Kw),

من عرف نفسه فقد عرف رب

“Barang siapa yang mengenali dirinya maka sungguh ia mengenal Tuhannya”

Pertanyaannya adalah, apa hubungannya dengan mengingat Tuhan?  Dengan cara merenungi segala kelemahan, kita akan menemukan kekuatan eksternal yang mengatur dan berkuasa pada diri kita, yaitu Tuhan. Dengan demikian, kita bisa mengingat Tuhan dalam refleksi yang filosofis. Hal ini seirama dengan dawuhnya imam Ghazali,

كل الاشياء تستبان بأضدادها

“Segala sesuatu akan menjadi jelas dengan kebalikannya”

Apakah yang jelas pada siang hari? Tak jarang kita akan menjawab sesuatu yang kita indera seperti tembok, manusia dan sederet materi di sekitarnya. Padahal semua yang kita anggap jelas di siang hari akan tersapu ditutupi malam.

Dari sini kita akan mengerti bahwa kejelasan yang paling hakiki adalah secercah cahaya yang terlupakan. Karena hanya dengannya, segala yang ada menjadi tampak. Kapan kita sadari hal ini? Tentu ketika gulita menyapa. “Sesuatu itu akan berharga ketika ia pernah tiada.”

Jauh daripada itu, tent kita tidak berhenti pada pemahaman semata-mata, melainkan melanjutkan dan menginternalisasikannya  jauh ke relung-relung rasa kita yang paling dalam dan sepi, menyatukan segala bentuk konsepsi (pemahaman) hingga melebur bersama cinta-kasih-Nya yang agung “Dan ketika mengingat Allah hati mereka bergetar”. Begitulah senandung al-Qur’an tentang-Nya

Semoga Bermanfaat

4 thoughts on “Cara Mengingat Tuhan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.