RABIUL AWAL

Memaafkan adalah hadiah yang kita berikan kepada diri sendiri, sebab kebencian tidak pernah menjadi solusi. Menyalah-nyalahkan praktis hanya akan terus membuang umur dan energi. Anda mungkin berhasil membuat orang lain merasa bersalah, tetapi Anda tidak akan merubah apapun yang membuat Anda tidak bahagia. Well, keharuman selalu ada pada tangan-tangan yang memberi mawar, sementara durinya selalu akan dimiliki para pembenci.

Memaafkan adalah hadiah yang kita berikan kepada diri sendiri, sebab kebencian tidak pernah menjadi solusi. Memaafkan adalah akhlak mulia teladan sang Nabi, tetapi melupakan sejarah bukan tradisi para Nabi dan para pengikutnya yang jernih akal budi. Tidak ada secuilpun kebencian dan kekerasan dalam Islam, tidak ada dendam dan angkara murka dalam agama dan kemanusiaan. Yang mau Maulid silahkan, yang tidak mau tak elok menyalah-nyalahkan dan menebar kebohongan, sebab persaudaraan jauh lebih penting dan utama dari segala ambisi kekuasaan.

Nun di jagad insepsi hiper maya, kita bisa dengan mudah mendapati kaum bumi datar yang gila-gilaan memberhalakan Turki dan Erdogan, semantara kaum bumi donat tetap keukeh menyembah-nyembah monarki despotik Saudi dengan keyakinan dan cinta buta bahwa Arab itu ya Saudi, Saudi itu ya Islam, ya Surga, ya bertabur bulu ketiak bidadari di nama-nama.

Mereka rata-rata menolak tradisi Maulid Nabi nan agung juga kearifan lokal khas Nusantara lainnya dengan menjadikan Saudi sebagai standar dan acuan. Padahal, kejahatan perang Saudi pada Yaman belum lama ini, juga krisis kawasan Teluk berkali-kali hampir saja dibongkar mendiang Khassoghi sebelum akhirnya sang juru warta dimutilasi secara amat biadab di Turki persis menjelang pernikahan almarhum.

Belum lagi kebusukan-kebusukan Wahabi 24 karat itu sejak memisahkan diri dari imperium Ottoman—tapi anehnya lantas meneriakkan pekik khilafah dan pan islamisme—juga bagaimana mereka bersekutu dengan negara-negara Adidaya untuk membumihanguskan semua situs bersejarah dan makam-makam, tanpa terkecuali makam kanjeng Nabi.

Sedangkan Hitler (1889-1945) dan Mussolini (1883-1945) saja tidak pernah memerangi dan menghancurkan mayat / kuburan. Untunglah ada komite Hijaz dari Indonesia yang mengambil jalan diplomasi agar Saudi tidak menghancurkan makam Nabi.

Memaafkan adalah hadiah yang kita berikan kepada diri sendiri, sebab kebencian tidak pernah menjadi solusi. Iaadalah akhlak mulia teladan sang Nabi, tetapi melupakan sejarah bukan tradisi para Nabi dan para pengikutnya yang jernih akal budi. Tidak ada secuilpun kebencian dan kekerasan dalam Islam, tidak ada dendam dan angkara murka dalam agama dan kemanusiaan.

Rabiul Awal, hari ke-12, beliau lahir, hijrah dan wafat di tanggal yang sama. Kalimat tauhid yang kemarin dipolitisir para tempurung jahat itu juga berjumlah 12 huruf (لا اله الا الله) dan 12 berikutnya (محمد رسول الله), bahkan sehari 12 jam dan semalam 12 jam. Inilah contoh cocokologi yang keren. Apapun itu, baginda Nabi terlalu istimewa untuk tidak kita peringati dan kita kenang-renungi kelahiran dan perjuangannya.

Kini, hampir 1,5 milenium sejak kelahirannya, umat Islam (khususnya) Indonesia senantiasa memperingatinya, membubungkan shalawat dan doa ke angkasa, sampai langit berpesta cahaya.

Dari pesantren kecil di Kepanjen (Tarimnya Indoensia) secangkir shalawat terhatur untuk kanjeng Nabi, semesta syafaat terpancar dari sang Nabi.

اللهم صل على سيدنا محمد وعلى اله وصحبه وسلم

Memaafkan adalah hadiah yang kita berikan kepada diri sendiri, sebab kebencian tidak pernah menjadi solusi. Memaafkan adalah akhlak mulia teladan sang Nabi, tetapi melupakan sejarah bukan tradisi para Nabi dan para pengikutnya yang jernih akal budi. Tidak ada secuilpun kebencian dan kekerasan dalam Islam, tidak ada dendam dan angkara murka dalam agama dan kemanusiaan. Mereka yang berbeda, mencaci dan berdusta atas nama agama itu saudara kita. Tugas kita (kalau bisa) adalah memaafkan, mendidik, mendoakan dan tentu saja tidak menjadi seperti mereka.

#venividisantri

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.